arianidarmawan.net

Roti Persahabatan Amish

Published on November 6, 2009

Setiap hari memang ada saja kejadian-kejadian spesial menimpa saya. Malang atau beruntung tergantung bagaimana saya memandangnya. Jadi gak jauh-jauh harus dapat undian mobil Jaguar, setiap hari saya merasa menjadi the chosen one. Misalnya, terpilih bangun jam 8 pagi dan minum kopi yang terlalu manis (ini sangat menyebalkan karena tidak bisa di-undo). Atau pagi-pagi bangun dan mendapati koneksi internet di rumah tiba-tiba jadi 512 kbps.

Tapi hari ini, keterpilihan saya sedikit lebih membanggakan dan harum. Baru saja tadi, saya dipercayakan oleh kakak saya dua buah ragi anakan yang konon sudah beredar sejak ratusan tahun lalu dari sebuah grup cult “Roti Persahabatan Amish”. Jadi ceritanya, sejak kira-kira abad 18, imigran Amish di AS terkenal dalam membuat starter ragi sebagai bahan roti-roti dan biskuit favorit keluarga. Dan mungkin karena jumlah penduduknya yang sedikit, pengembangbiakan ragi ini menjadi salah satu cara melekatkan rasa persaudaraan. Atau mungkin juga, ketika pengembangbiakan penduduk minoritas ini terasa memakan waktu terlalu lama, beralihlah mereka ke pengembangbiakan ragi yang hanya sepuluh hari.

Yang pasti, karena cycle beranak-nya ragi ini baru terjadi setelah disimpan 10 hari, dan sekali beranak hanya bisa menghasilkan tiga anak, maka siapa pun yang mendapatkan ragi ini, bisa dibilang cukup spesial!

Setelah kakak saya mendapatkan ragi Amish dari seorang teman keluarga, ia memeliharanya selama 10 hari, di mana di hari kesepuluh, ia membagi rata ragi tersebut menjadi empat: 1 ia simpan (untuk kemudian di-anak-an kembali), 2 diberikan kepada saya (salah satunya akan saya berikan kepada teman saya si kutu dapur Pila), dan 1 ia buat menjadi dua loyang kue (malam ini ia membuat kue cinnamon yang kontan bikin seisi keluarga ketagihan).

Dalam 10 hari ini saya (dan Pila) bertugas memelihara ragi-ragi kami, sehingga di hari kesepuluh nanti, kami akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh kakak saya hari ini. Di hari kesepuluh nanti, berarti akan ada empat loyang kue beraroma haruuuum dan lezat menggoyang lidah Bandung.

Kalau saja seseorang tidak membagikan anakan raginya setelah hari kesepuluh, setelah beberapa minggu maka kebayang akan begitu banyak ragi di dapurnya. Ia bisa jadi orang pelit, atau seseorang yang tidak punya banyak teman (atau punya banyak teman tapi tidak demen masak).

Jadi siapa pun yang mau meng-anak-an ragi ini, silakan hubungi saya untuk menjadi ‘mereka yang terpilih’. Tujuan pembiakan ragi ini bukan agar kita punya kedekatan dengan orang-orang Amish (walau bisa saja sih), tapi lebih ke bagaimana kita bisa berbagi sesuatu yang menyenangkan dan mengenyangkan dengan orang lain. Atau sesimpel melatih diri menjaga sesuatu berkembang biak.

Dan tenang, ragi akan dibagikan lengkap dengan fotokopi cara pembiakan, juga beberapa resep spesial Roti Persahabatan Amish. Resep standar Roti Persahabatan ini adalah Banana Cake dan Apple Bread. Tapi varian lainnya sangat banyak. Pada dasarnya ragi ini bisa dijadikan roti, kue, biskuit, cookies apa pun. Untuk resep-resep yang sudah lebih terjamin kelezatannya, silakan saja google “Amish Bread recipe”.

Berikut ini adalah panduan utama dalam membiakkan ragi Amish.
Jangan menggunakan peralatan dari logam.
Jangan simpan ragi di lemari es.
Gunakan mangkuk keramik/plastik/kotak plastik tertutup.

Bahan Utama:
1 cup (250 ml) starter ragi hidup.

Hari ke 1: tidak dilakukan apa-apa.
Hari ke 2-5: aduk dengan sendok kayu.
Hari ke 6: tambahkan 1 cup terigu, 1 cup gula pasir, 1 cup susu segar, lalu diaduk dengan baik.
Hari ke 7-9: aduk dengan sendok kayu
Hari ke 10: tambahkan 1 cup terigu, 1 cup gula pasir, 1 cup susu segar, lalu diaduk.
Lalu, ambil 3 cup dan masukkan masing-masing 1 cup ke dalam kotak/kantung plastik terpisah. Bagikan 2 kotak tersebut pada 2 orang teman dan simpan sendiri 1 buah. Tambahkan sisa adonan (sedikit lebih dari 1 cup) dengan bahan berikut, dan aduk hingga rata:
1 cup minyak
1/2 cup susu segar
3 butir telur ayam
vanilla secukupnya

Kalau kita menyimpan 1 bagian adonan, maka kita akan membuat roti setiap 10 hari. Kalau tidak ada teman yang mau dibagi, maka buat 3 bagian sebanyak 6 loyang dan disimpan 1 bagian. Jika tidak mau melanjutkan, buatlah semua adonan menjadi 8 loyang (selamat, hari ini anda menjadi penjual roti).

Hanya bangsa Amish yang tahu cara membuat starter ini, maka bila kita membagikan semua adonannya, kita harus menunggu sampai ada yang membagikannya kembali. Itu pun kalau ada yang sudi.

Beginilah sistem pembuatan dan pembagian Roti Persahabatan Amish, sebuah surat kaleng yang lezat dilahap. Nyam-nyam.

PS: Dengar-dengar, hosti komuni dalam misa Katolik pun diturunkan dengan cara ini. Entah sejak kapan. Kalau benar begitu adanya, luar biasa telaten juga para biarawan dan biarawati itu. Belum lagi kalau ada perang, bencana, atau agak males-malesan.

Filed under: Articles, Words

2 Comments

  1. budi says:

    ternyata petuah nenek ‘good things come to those who wait’ itu benar adanya ya. hasilnya enak! mau lagi dooong

  2. mira aribowo says:

    wow jd mau tau rasanya banana bread dr ragi ini … msh dirawatkah raginya????

Leave a Reply