arianidarmawan.net

Olimpiade dan Tanda-tandanya.

Published on August 18, 2008

Tenang, ini bukan pembicaraan tentang perebutan delapan emas oleh satu orang dan rekor lari 100 meter yang mendekati kecepatan kuda sebagai tanda berakhirnya jaman. Saya sedang malas berpikir, jadi lebih aman kita bicara yang pasti-pasti saja. Mereka pemerhati simbol pasti tidak terlalu peduli apa Indonesia berhasil meraih medali atau tidak sama sekali. Ia akan lebih memerhatikan kenapa kaos seragam tim bulutangkis negeri ini harus hitam putih? Apakah benar warna merah bendera kita kobong sedemikian cepatnya? Atau justru karena si desainer kaos berpikir jauh ke depan, bahwa ‘berani’ tidak harus diwakilkan dengan warna merah, tapi hitam layaknya ninja kedodoran? Atau bisa juga mereka telah memperkirakan dari awal bahwa lawan Indonesia di final nanti pastilah Cina, dan Cina pastilah berseragam merah (ini tidak bisa tidak!), dan tentunya agak percuma melawan merahnya merah-nya tim Cina. Mungkin.

Saya lebih tertarik memperhatikan yang dulu-dulu. Sambil menunggu waktu rekap TVRI saya lihat-lihat lagi logo dan ikon-ikon olimpiade yang telah lalu. Desain menggambarkan jaman, begitu katanya.

Logo Tokyo 1964 sempat dicaci maki karena terlalu sederhana. Entah apa masalah manusia tahun itu dengan penyederhanaan bentuk. Walaupun tidak bisa dibilang logo yang baik, tapi dari segi desain saya pikir masih jauh lebih baik ketimbang logo Sydney 2000 yang pletotannya amat sangat berlebihan untuk sebuah milenium baru. Logo favorit saya adalah logo Moskow 1980. Tepat sekali menggambarkan negeri USSR di jamannya. Warnanya pun memukau, merah. Dan satu warna cukup.

Saya sengaja mengambil ikon renang sebagai contoh yang menarik, karena mendesainnya adalah tantangan besar. Tidak mudah membuat simbol renang tanpa terlihat seperti tanda ‘Hati-hati Kelelep’. Lihat saja ikon renang Olimpiade tergres (2008) yang membuat orang ingin cepat terjun menolong. Terparah saya pikir set ikon 1988 (Seoul). Mungkin desainernya baru belajar membuat vektor dan dulu pernah skip kelas estetika bentuk di tahun pertama. Favorit saya jatuh pada Olimpiade 1964, 1968. Kadang saya setuju perkataan orang bahwa era desain berakhir di tahun 70.

Filed under: About Art/Design

1 Comment

  1. tania says:

    “Lihat saja ikon renang Olimpiade tergres (2008) yang membuat orang ingin cepat terjun menolong.”

    LOL LOL LOL LOL LOL iya ya ran.

Leave a Reply