arianidarmawan.net

never a wraaap..!!

Published on July 14, 2005

Dalam sebuah sms Bada yang jadi topangan reel-time sekaligus produser spiritual proyek saya ini, menulis: “Teriak dong: That’s a wraaap..!!”

Kemarin memang hari pembungkusan pengambilan gambar dokumenter yang sedang saya KERJAIN. Mungkin memang benar kata Badu, seharusnya saya berteriak: That’s a wraaaap..!! Tapi alih-alih *alah-alah*, saya tertunduk lesu. Hari itu juga saya mendapatkan kabar busuk dari Bandung: Mama agaknya sakit. Kurang baik, begitu katanya di sms. Agaknya. Kata itu, sebenarnya, yang membuat saya lesu.

Hari shooting terakhir kami habiskan sebelum jam 5 sore, dua hari terakhir hanya 5 orang kru yang berangkat, jadi terasa agak sepi. Tapi entah kenapa, dua hari singkat tersebut di luar dugaan saya, berjalan tanpa satu pun masalah yang berarti. Padahal ketika berangkat dari Bandung saya sudah pasrah saja: selain kru Jakarta pada ‘ngilang’ entah ke mana, padahal mereka yang semestinya bekerja karena jelas-jelas dibayar secara profesional. Belum lagi sebelum berangkat, Fitrah dan Ucup para editor yang giat, bermuka panik namun selalu ceria, mendapatkan banyak rintangan dalam menyiapkan komputer untuk keperluan editing. Komputer Fitrah yang saya pinjam dengan imbalan soft loan pembelian prosesor dan memori tiba-tiba hancur papanmama-nya. Bukan papamama, bukan juga papannama, papanmama.

Dan kocek semua orang yang sedang bokek ikut membuat saya bingung. Saya bokek, Fitrah bokek, SBY sedang repot membukakan kado pernikahan anaknya. Lalu bagaimana? Di tengah bagaimana itu saya pergi ke Jakarta, sekali lagi dengan kru pas-pasan yang semangatnya entah berada di mana. Adit, sang penata artistik juga penasehat sekaligus mata-mata, untungnya selalu terlihat kewl walau saya tahu benar dia juga sedang sibuk ini-itu.

(Ngomong-ngomong heran juga, semua orang yang saya kenal kok sepertinya selalu sibuk. Membuat saya bingung, karena para pejuang Gambang Kromong di Tangerang itu sering nganggurnya).

Siska, the mighty sound-woman, saya tahu, sedang bingung dengan bisnis yang sedang sepi. Yeyen, the scripwriter, seharusnya ngendon di pabrik dan ketemuan buyer hari Rabu. Hanya Gita, yang baru Sabtu ini mau masuk SMA dan sedang ngotodidak bikin behind-the-scene rupa-rupanya memang sedang kosong. Inget Git, kalo di sekolah nyanyi Disco Bet Bet Betawi atau Dayung Sampan dan dibilang kampungan, kamu tau harus lapor ke siapa…

Tapi akhirnya, memang beres juga. Saya bilang sama Tarlen (yang tidak bisa ikut ke Jakarta karena kesibukannya yang duh): “Mungkin karena doa restu kamu ya, Len?” Tapi saya tidak yakin, kalau masalah doa bisa membantu saya. Saya tau Mama mendoakan saya setiap hari, setiap jam setiap detik mungkin, dan saya tau kalau doa mama-mama biasanya ampuh, tapi kali ini mungkin ada yang lain… mungkin Mama lupa berdoa karena sedang tidak enak badan, dan Alam karena minimnya paksaan malah melancarkan segalanya. Begitu banyak perkecualian dan keanehan akhir-akhir ini.

Di saat yang lain telah kembali ke Bandung, saya tinggal di Jakarta. Kakak saya menemani Mama pergi mencari tahu agaknya. Tugas saya di sini di antaranya adalah menjaga keponakan-keponakan. Ketika saya mengetik paragraf-paragraf ini, mereka berteriak: “Bosennn”. Saya bilang “Tidur aja kalo bosen”. Tapi mereka tetap memilih untuk tidak tidur dan tanpa bosennn meneriakkan kata-kata yang sama. Heran. Kelesuan memang kalau bisa jangan dibeli-dibungkus-dibawa pulang.

Terimakasih teman-teman! Saya tau terimakasih saja tidak cukup, tapi anggaplah ucapan ini sebagai prolog dari rentetan adegan long-take yang panjang. Yang akan saya selesaikan, perlahan-lahan. Gak pake kelesuan.

Filed under: Film/Art Projects, Words
Tags:

2 Comments

  1. boit says:

    ayo semangaaatttt!!!! pasti beres da.. heuheu.. mogamoga mamanya cepet sembuh ya cik…

  2. budibadabadu says:

    cik rantje, saya selaku produser spiritowel sampeyan, berharap sampeyan tetap semangat sampe akhir jaman. juga semoga sang mama lekas pulih seperti sediakala. amiin. sukses ya gambang kromongnya. 24 kaset tidaklah masalah, sebab 24 adalah angka cantik. tetap semangat!!! you rock, dude!!!

Leave a Reply