arianidarmawan.net

Kabar Benda Diam (Mixed Media Installation, 2012)

Published on April 13, 2012

“Kabar Benda Diam”
Ariani Darmawan/Ferdiansyah Thajib
2012, Mixed Media Installation

dalam pameran “Domestic Stuff”
kurator: Mella Jarsma
Galeri Salihara, Jakarta
14 April – 6 Mei 2012
Pembukaan: 14 April 2012, Pk 19:00 WIB

http://galeri.salihara.org


Setiap benda yang tergeletak di sudut rumah menyimpan cerita. Cerita ini beririsan dengan gerak kehidupan manusia di sekitarnya, tumbuh bersama ruang-ruang, menjadi sebuah ingatan. Benda, maupun cerita itu lalu menyusun sejarah sebuah rumah. Kami mencoba untuk menelusuri hubungan antara benda-benda dan ruang-ruang dalam kerja kolaborasi ini, diawali sebuah proses percakapan antar kota yang menekankan pada pengalaman keseharian dan hal-hal sederhana. Namun ketika pertanyaan saling kami lontarkan, segala hal yang tampak sederhana pun berproses menjadi dialog akan ingatan yang berkelok-kelok.

Sebuah obyek menguraikan jalinan peristiwa, hamparan kesan dan hubungan yang mengantarkan kita pada sebuah jagad kecil: rumah. Rumah itu sendiri terbentuk dan dibentuk oleh sistem tatasurya-nya, dirancang secara cermat oleh sosok arsitek sekaligus penjaga tatanan tersebut: Ibu. Subyektivitas dan persepsi kita ditempa pertama-tama melalui pandangan seorang ibu, layaknya sebuah wadah yang mencerap dan kelak berevolusi menjadi jati diri. Kepribadian ini yang kemudian dianggap siap menjadi pandu bagi dunia berikutnya: singkatnya, ini yang disebut regenerasi makna.

Namun kembali ke niatan eksploratif proyek ini, determinasi tersebut bukanlah sasaran utama meskipun dalam prosesnya ia selalu menghantui. Alih-alih, kami kembali memercayakan jawabannya pada tatanan benda-benda rumah tangga dalam peredarannya yang membentuk sejarah keluarga. Di balik jajaran fasad datar kawasan perumahan perkotaan, benda-benda rumah tangga tergeletak dalam diam, menyaksikan simpang-siur ritus perjalanan anak-anak dan sosok ibu yang memastikan kerapian. Di sini babak demi babak drama keluarga terlontar. Secara serentak dan berbarengan, mereka menyusun kenangan, cerita hidup, dan akhirnya apa yang dinamakan kota itu sendiri.

Dalam karya ini, kami merekonstruksi sebuah ruang keluarga melalui penataaan meja makan dan kulkas. Di meja makan, sebuah keluarga berkumpul, mulai dari bertukar cerita sehari-hari hingga merancang hari esok yang lebih baik. Di dalam kulkas, Ibu menyimpan bahan-bahan masak yang ia anggap paling segar dan sehat, dan kita semua menyimpan minimal satu jenis makanan atau minuman favorit kita, terkadang diam-diam.

Filed under: Film/Art Projects

Leave a Reply