arianidarmawan.net

Job Desc: Merancang.

Published on July 26, 2008

Tiap kali seorang desainer produk atau desainer apa pun melontarkan pertanyaan retoriknya: “Bikin apa ya?”, saya akan buru-buru menjawab, “Apa pun yang paling sering dipakai orang.” Karena kalau kita lihat ke sana kemari, semakin banyak barang-barang keseharian yang gak jelas juntrungan fungsi dan bentukannya. Ini entah karena produsen barang berusaha menghemat pengeluaran dengan cara menyuruh anak atau ponakannya sendiri mendesain produk mereka, atau kita memang kekurangan desainer handal dan tim Research & Development yang cermat?

Coba saja luangkan waktu jalan-jalan ke mal: Ada tempat pensil yang ruang panjangnya pas-pas-an hingga bikin sesek napas yang ngambil (dan tentunya pensil-pensil penghuninya), tas slempang yang kantung mukanya cuma muat dijejelin handphone paling mungil di dunia (atau itu sebenarnya tempat flash disk ya?), gelas minum dari kristal (yang tau deh harganya berapa) namun terlalu rentan membelah bibir sendiri.

Ketika masalah fungsi sudah terselesaikan, memang jangan sekali-kali lupa masalah estetis. Saya turut bahagia karena bentuk penjepit keras yang revolusioner itu terus berevolusi hingga kini, mulai dari warna (dulu: perak jadul, sekarang: neon pink), hingga bentuk yang kian ciamik dan daya jepitnya yang semakin ‘megang’.

Nah, masalahnya memang masih banyak orang yang menganggap bahwa produk yang bagus memiliki sejarah ‘mahal’ di baliknya: desainernya pasti piawai, lantas bergaji tinggi. Kalau dipikir, ketika kita bicara tentang produk macam Apple pun, tidak mungkin mereka bisa bertahan dengan kedudukan eksklusif terus-menerus. Ke depannya, saya pikir, dengan perang pasar yang kian gencar, sebuah produk dituntut untuk lebih berorientasi manusia ketimbang ‘image’ manusia itu sendiri. Dan ketika kemanusiaan dijadikan takaran perdagangan, produk tentu ditutut lebih ekonomis.

Jadi salah besar jika kita masih berpikir bahwa produk dengan rancangan yang baik identik dengan harga yang mahal. Bukankah justru di sini-lah orang-orang yang mendefinisikan dirinya sebagai ‘desainer idealis’ dituntut berpartisipasi? Merancang produk-produk yang semakin baik: fungsional, nyaman dipakai, juga enak dipandang. Pertanyaan saya cuma satu: jika tidak, apa pula guna perancang?

Di bawah ini saya kasih contoh beberapa barang yang terjangkau namun secara fungsi dan estetis mampu bikin saya mimpi indah seminggu setelah membelinya.

Kalau Anda sering bete berusaha menegakkan selembar kertas, penjepit kertas ini benar-benar bisa jadi pahlawan. Apalagi kalau Anda seorang penerjemah atau penyunting tulisan.. tidak ada lagi alasan lelet bekerja karena masalah kertas yang terus-menerus merosot ketika disenderkan ke monitor komputer. Karena barang ini hadiah, saya kurang tahu harganya. Tapi rasa-rasanya sih relatif murah.

Casing DVD ini jadi highlight belanjaan saya tahun ini. Bayangkan, dengan ketebalan standar casing DVD (yang biasanya maksimal memuat 2 keping saja), produk ini bisa memuat enam keping CD/DVD sekaligus! Dan harganya dong.. sepuluh ribu rupiah saja. Sayang saya cari-cari belum dijual di Indonesia.

Filed under: About Art/Design

Leave a Reply